Sabtu, 25 Juni 2016

Tanda-Tanda Ibu Belum Memberikan Gizi Seimbang pada Balita

Gizi seimbang pada balita sangat menentukan kesehatan si kecil. Namun, tahukah ibu apa yang dimaksud dengan gizi yang seimbang untuk balita?
Banyak orang tua yang merasa sudah memberikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh balita. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah memberikan makanan yang bergizi mulai dari sayuran sampai makanan berbahan daging. Susu balita terbaik juga diberikan untuk si kecil. Apakah itu yang disebut gizi seimbang pada balita?

Pengertian Gizi Seimbang

Gizi yang seimbang sangat menentukan kesehatan sang buah hati. Hal ini tidak sesederhana yang banyak orang pahami. Memberikan makanan sehat setiap hari bukan berarti sudah memastikang gizinya seimbang.
Apakah makanan yang diberikan mengandung nutrisi yang disarankan oleh ahli gizi balita? Bahkan, tidak sedikit orang tua yang tidak sadar bahwa walaupun mereka sudah memberikan makanan yang terbuat dari bahan yang sehat, cara memasaknya yang salah membuat si kecil kekurangan nutrisi. 

Contoh saja bayam yang dimasak terlalu matang, kentang yang digoreng, dan lain sebagainya.
Pertanyaan selanjutnya juga harus dijawab untuk memastikan orang tua sudah memberikan gizi seimbang pada balita atau belum. Apakah ada nutrisi dengan kandungan terlalu banyak dari nutrisi yang lain? Semua orang tua harus tahu bahwa nutrisi yang satu itu mempengaruhi nutrisi yang satunya lagi. Jadi, jika ada salah satu nutrisi terlalu banyak, maka nutrisi tersebut mempengaruh kadar nutrisi lain.
Lalu, siapa yang tahu bahwa orang tua sudah memastikan gizi seimbang pada balita? Tentu saja dokter anak. Akan tetapi, bukan berarti tanda-tanda adanya gizi yang kurang seimbang hanya bisa diketahui oleh dokter anak saja. Orang tua yang awam mengenai kesehatan balita juga bisa mengetahui beberapa tanda-tanda balita mengalami gizi yang tidak seimbang.
Masalah yang Sering Terjadi Karena Gizi Tidak Seimbang pada Balita
  • Obesitas atau Kegemukan
Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi karena gizi tidak seimbang adalah obesitas atau kegemukan. Ada banyak sekali penyebab kegemukan. Masalah ini bisa disebabkan oleh kelebihan protein atau bisa juga disebabkan kelebihan lemak.
Untuk itu, saat balita mengalami kegemukan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi asupan susu. Jika balita masih saja memiliki berat badan di atas normal, maka balita tersebut sebaiknya dibawa ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan.
  • Berat Badan Di Bawah Normal
Selain kegemukan, kurus juga menjadi tanda ada masalah yang berkaitan dengan gizi seimbang balita. Mungkin saja balita ibu kekurangan gizi berupa protein. Atau, ada masalah pencernaan yang membuat tubuh tidak bisa menyerap protein. Yang pasti, ada nutrisi seperti protein yang kurang sehingga gizi balita tidak seimbang.
  • Tidak Aktif
Apakah balita ibu sering lemas? Balita yang sudah mencapai usia 2 tahun biasanya sudah sangat aktif. Apalagi ia sudah mulai bisa berjalan atau bahkan berlari. Si kecil akan sangat aktif sekali.
Akan tetapi, jika si kecil terlihat sangat lemas, maka ibu perlu kontrol gizi seimbang pada balita. Mungkin ia tidak mendapatkan kalori yang cukup sehingga ia tidak bisa aktif bermain layaknya balita sebayanya yang lain.
Tiga hal tersebut merupakan contoh balita yang mendapatkan gizi yang tidak seimbang. Masih banyak lagi masalah kesehatan yang jauh lebih berbahaya jika orang tua tidak memastikan gizi seimbang pada balita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar