Gizi seimbang pada balita sangat
menentukan kesehatan si kecil. Namun, tahukah ibu apa yang dimaksud
dengan gizi yang seimbang untuk balita?
Banyak
orang tua yang merasa sudah memberikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh
balita. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah memberikan makanan yang
bergizi mulai dari sayuran sampai makanan berbahan daging. Susu balita
terbaik juga diberikan untuk si kecil. Apakah itu yang disebut gizi
seimbang pada balita?
Pengertian Gizi Seimbang
Gizi
yang seimbang sangat menentukan kesehatan sang buah hati. Hal ini tidak
sesederhana yang banyak orang pahami. Memberikan makanan sehat setiap
hari bukan berarti sudah memastikang gizinya seimbang.
Apakah
makanan yang diberikan mengandung nutrisi yang disarankan oleh ahli
gizi balita? Bahkan, tidak sedikit orang tua yang tidak sadar bahwa
walaupun mereka sudah memberikan makanan yang terbuat dari bahan yang
sehat, cara memasaknya yang salah membuat si kecil kekurangan nutrisi.
Contoh saja bayam yang dimasak terlalu matang, kentang yang digoreng,
dan lain sebagainya.
Pertanyaan
selanjutnya juga harus dijawab untuk memastikan orang tua sudah
memberikan gizi seimbang pada balita atau belum. Apakah ada nutrisi
dengan kandungan terlalu banyak dari nutrisi yang lain? Semua orang tua
harus tahu bahwa nutrisi yang satu itu mempengaruhi nutrisi yang satunya
lagi. Jadi, jika ada salah satu nutrisi terlalu banyak, maka nutrisi
tersebut mempengaruh kadar nutrisi lain.
Lalu,
siapa yang tahu bahwa orang tua sudah memastikan gizi seimbang pada
balita? Tentu saja dokter anak. Akan tetapi, bukan berarti tanda-tanda
adanya gizi yang kurang seimbang hanya bisa diketahui oleh dokter anak
saja. Orang tua yang awam mengenai kesehatan balita juga bisa mengetahui
beberapa tanda-tanda balita mengalami gizi yang tidak seimbang.
Masalah yang Sering Terjadi Karena Gizi Tidak Seimbang pada Balita
- Obesitas atau Kegemukan
Salah
satu masalah kesehatan yang sering terjadi karena gizi tidak seimbang
adalah obesitas atau kegemukan. Ada banyak sekali penyebab kegemukan.
Masalah ini bisa disebabkan oleh kelebihan protein atau bisa juga
disebabkan kelebihan lemak.
Untuk
itu, saat balita mengalami kegemukan, langkah pertama yang harus
dilakukan adalah mengurangi asupan susu. Jika balita masih saja memiliki
berat badan di atas normal, maka balita tersebut sebaiknya dibawa ke
dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan.
- Berat Badan Di Bawah Normal
Selain
kegemukan, kurus juga menjadi tanda ada masalah yang berkaitan dengan
gizi seimbang balita. Mungkin saja balita ibu kekurangan gizi berupa
protein. Atau, ada masalah pencernaan yang membuat tubuh tidak bisa
menyerap protein. Yang pasti, ada nutrisi seperti protein yang kurang
sehingga gizi balita tidak seimbang.
- Tidak Aktif
Apakah
balita ibu sering lemas? Balita yang sudah mencapai usia 2 tahun
biasanya sudah sangat aktif. Apalagi ia sudah mulai bisa berjalan atau
bahkan berlari. Si kecil akan sangat aktif sekali.
Akan
tetapi, jika si kecil terlihat sangat lemas, maka ibu perlu kontrol
gizi seimbang pada balita. Mungkin ia tidak mendapatkan kalori yang
cukup sehingga ia tidak bisa aktif bermain layaknya balita sebayanya
yang lain.
Tiga hal tersebut
merupakan contoh balita yang mendapatkan gizi yang tidak seimbang. Masih
banyak lagi masalah kesehatan yang jauh lebih berbahaya jika orang tua
tidak memastikan gizi seimbang pada balita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar